Nama Ashin Wirathu menjadi populer di mata internasional dalam beberapa tahun terakhir. Biksu Budha itu menjadi sorotan dunia setelah mencetuskan gerakan 969. Sebuah gerakan anti-Islam yang memprovokasi kaum Budha Myanmar untuk memboikot dan membantai umat Islam.

Gara-gara Wirathu, citra biksu Budha yang selama ini dikenal apolitis dan membawa pesan welas asih menjadi berubah. Bahkan di media sosial telah muncul istilah populer “teroris botak.”




Menyikapi Wirathu, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) menjelaskan bahwa Budha di Indonesia tidak sama dengan Budha di Myanmar.

Ketua Walubi Arief Harsono mengatakan, di Indonesia tidak ada sekte radikal seperti yang diajarkan oleh Wirathu. Di Indonesia juga tidak ada kesenjangan sosial seperti yang dialami para pengungsi Rohingya.

“Buddha kami berbeda dengan di Myanmar. Ini yang perlu digarisbawahi bahwa Buddha di Indonesia saling mencintai antarsesama manusia tanpa memandang agama, etnis, dan kelompok," tegas Arief, Rabu (20/5/2015) lalu, seperti dikutip Liputan6.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wirathu mencetuskan gerakan ‘969’; sebuah gerakan anti-Islam yang kemudian membantai muslim Rohingya dan mengusir mereka dari tanah kelahirannya.

Catatan hitam Wirathu mencuat sejak tahun 2001. Waktu itu ia menghasut kaum Budha untuk membenci muslim. Hasilnya, kerusuhan anti-Muslim pecah pada tahun 2003. Wirathu sempat mendekam di penjara. Namun ia dibebaskan tepatnya pada tahun 2010 atas amnesti amnesti yang juga diberikan untuk ratusan tahanan politik.

Wirathu kini menjabat sebagai kepala di Biara Masoeyein Mandalay. Di kompleks luas itu Wirathu memimpin puluhan biksu dan memiliki pengaruh atas lebih dari 2.500 umat Budha di daerah tersebut. Dari basis kekuatannya itulah Wirathu memimpin gerakan anti-Islam “969”.

Entah sejak kapan Wirathu mendengungkan kampanye. Namun kampanye provokatif itu mulai meluas pada awal 2013. Ia berpidato di berbagai tempat, menyalakan kebencian kaum Budha atas umat muslim. Selain melalui pidato, gerakan 969 juga menyebar dengan cepat melalui stiker, brosur dan sebagainya. Kebencian dan anti-Islam meluas dengan cepat, berbuah pembantaian dan pengusiran Muslim Rohingya.

Ribuan muslim Rohingya dilaporkan terbunuh dalam pembantaian selama beberapa tahun terakhir. Sisanya bertahan hidup dengan keterbatasan dan ketertindasan. Ratusan orang mencoba pergi menyelamatkan diri, hingga pekan lalu sampai di Aceh setelah mengarungi laut lepas dengan kapal sederhana. [Ibnu K/Tarbiyah]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar