Islam memberikan aturan yang mulia terkait pakaian wanita. Agar wanita menutup aurat secara sempurna dengan pakaian yang tidak transparan dan tidak ketat.

Namun sekarang, banyak wanita memakai pakaian ketat bahkan sangat ketat. Padahal di balik larangan Islam itu, ada banyak hikmah yang baru ditemukan melalui serangkaian penelitian.

Berikut ini 10 bahaya memakai pakaian ketat seperti dilansir Tribunnews:




1. Paresthesia

Celana ketat sepinggul dapat menimbulkan penyakit paresthesia. Demikian pernyataan Dr Malvinder Parmar dari Timmins & District Hospital, Ontario, Kanada. Paresthesia adalah perasaan sakit seperti kesemutan, panas seperti terbakar dan sejenisnya.

Parmar menuliskan di Canadian Medical Association Journal, bahwa dalam setahun terakhir ia memiliki cukup banyak pasien yang menderita paresthesia. Di antaranya ada sejumlah pasien wanita yang mengeluhkan panas dan gatal di sekitar paha akibat memakai celana ketat.

Hasil penelitian Parmar juga menunjukkan gangguan saraf ringan menjangkiti pasien wanita akibat memakai celana ketat.

2. Jamur

dr Kusmarinah Bramono Sp.KK dari RSCM menemukan bahwa semua jenis pakaian ketat berpotensi menimbulkan tiga macam gangguan kulit. Menurutnya, hal itu disebabkan faktor kelembaban yang membuat jamur berkembang biak.

3. Bekas Hitam

Pakaian ketat, terutama celana berbahan kontur keras, mengakibatkan gesekan dengan kulit. Selain menimbulkan kelembabab yang memungkinkan ancaman jamur, juga bisa mengakibatkan luka akibat gesekan.

Menurut dokter Bramono, mungkin awalnya cuma radang ringan, namun lama kelamaan gesekan kain dan kulit itu bisa menimbulkan bercak hitam.

Hasil pengamatan Bramono, banyak pasien tidak menyadari, biduran dapat juga disebabkan oleh tekanan serta ketatnya pakaian.

4. Kanker Melanoma

Wanita yang berpakaian ketat, umumnya hanya bagian tubuh tertentu tertutup dengan ketat sedangkan bagian tubuh lainnya terbuka. Misalnya para wanita yang memakai celana ketat sepinggu atau mengenakan hot pans. Penelitian ilmiah baru-baru ini menemukan bahwa wanita yang berpakaian ketat berpotensi menderita berbagai penyakit kanker ganas melanoma di sekujur tubuh yang terbuka.

Kanker Melanoma adalah kanker kulit yang sangat berbahaya, dan kanker ini biasanya di mulai dengan tanda hitam pada kulit, atau tahi lalat.

5. Kemandulan

Pakaian ketat ternyata juga dapat menyebabkan kemandulan pada wanita. Disebutkan bahwa pada cuaca dingin, pakaian ketat tidak berfungsi menjaga suhu tubuh dari serangan hawa dingin. Akibatnya, dapat membahayakan kondisi rahim.

6. Mengganggu motilitas usus

Dr Octaviano Bessa dari Stamford, Connecticut menambahkan, penggunaan celana yang terlalu ketat dapat mengganggu motilitas dari usus. Seseorang yang merasa sakit perut dua atau tiga jam setelah makan kemungkinan terserang ganguan ini. Sebagiannya diakibatkan oleh celana ketat.

7. Memicu pembekuan pembuluh darah

Pakaian ketat juga dapat mengganggu gerakan tubuh yang kemudian memicu timbulnya pembekuan darah di dalam pembuluh darah, membuat aliran darah terganggu. Akibatnya, timbullah varises dan gangguan semacamnya.

8. Merusak kesuburan

Hasil penelitian di John Bull (Inggris) menemukan seseorang yang memakai pakaian ketat selama bertahun-tahun dapat mengidap endometriosis. Yaitu gangguan yang sering mengakibatkan gangguan kesuburan pada wanita.

Selain itu, pakaian ketat khususnya celana memicu keringat berlebih di daerah kewanitaan sehingga jamur mudah berkembang biak.

9. Menghambat oksigen tubuh

Sejumlah wanita yang memakai pakaian ketat seperti korset, bustier dan spandek dapat mengalami gangguan paru-paru akibat kesulitan mengembangkan organ itu saat memakai pakaian ketat. Nafas pun jadi berat dan suplai oksigen berkurang.

10. Menaikkan asam lambung

Pakaian ketat juga berpotensi menaikkan cairan asam lambung. Hal ini terjadi tekanan yang terlalu besar pada bagian perut. [Ibnu K/Tarbiyah]




Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar