Dosen Universitas Paramadina, Ade Armando, mengkritik hadits larangan makan dengan tangan kiri. Menurutnya, hadits yang diriwayatkan Imam Muslim itu tidak rasional.

Ade mengkritik dua hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadits pertama adalah yang terjemahannya “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil bediri. Apabila dia lupa, hendaknya dia muntahkan” (HR Muslim).




Hadits kedua yang ia kritik adalah hadits yang terjemahannya “Jika seseorang dari kalian makan, makanlah dengan tangan kanannya. Dan jika kalian minum, minumlah dengan tangan kanannya, karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya” (HR Muslim).

Menurut Ade, kedua hadits ini tidak masuk akal dan karenanya tidak perlu diikuti.

''Hadis semacam ini tak perlu diikuti karena alasan rasional: tidak masuk di akal! Apa urusannya Allah melarang orang makan sambil berdiri atau pakai tangan kiri? Membayangkan bahwa ada setan yang makan dengan tangan kiri juga sama absurdnya,'' tulis Ade dalam artikel berjudul Ketika Keislaman Jokowi Dipersoalkan Karena Minum Sambil Berdiri di media miliknya, madinaonline.

Dalam artikel tersebut Ade membela Jokowi yang tampak minum menggunakan tangan kiri sambil berdiri. Kejadian itu berlangsung saat buka bersama anak-anak yatim. Jokowi menuai banyak kritik dari kalangan Muslim soal minum berdiri dengan menggunakan tangan kiri tersebut. Namun, Ade Armando justru membelanya dengan menyebut hadits riwayat Musim tersebut tidak rasional. [Ibnu K/Tarbiyah.net]




Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar