Pemandangan miris terjadi di Kemang, Jakarta Selatan. Sebuah masjid ‘terpenjara’ oleh tembok dan kawat berduri. Warga kampung pun terpisah dari masjid yang mereka cintai itu.

Untuk bisa shalat berjamaah atau mengaji di masjid tersebut, warga kampung terpaksa harus ‘melompati’ tembok dan kawat berduri. Menurut Wakil Ketua Komite 3 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Fahira Idris, banyak bocah jatuh dari tembok tinggi dan berlapis duri tersebut hanya karena ingin mengaji.




Ibu tua renta juga kepayahan karena harus naik tembok. Padahal mereka hanya ingin menghadiri taklim. “Coba lihat betapa seorang nenek harus dibantu banyak orang... padahal beliau hanya ingin ke masjid,” tambahnya melalui akun twitter @fahiraidris.

Melihat hal yang membuat miris ini, Fahira Idris tak kuasa menahan air mata.

“Kami yang melihat saja menangis dan tak kuasa melihat mereka. Tak terbayang ada Jalur Gaza di tengah kota Jakarta,” ujarnya.

Fahira Idris juga mengajak netizen untuk mendoakan mereka, sembari berusaha agar masjid tersebut bisa dibuka dan dapat diakses warga. Ia juga menyorot pemerintah yang diam tak bergerak membela rumah ibadah.

“Mohon perkenan doa agar anak-anak dan nenek serta ibu bisa mengaji dengan tenang.. sungguh hanya itu yg dipinta. Penutupan yang biadab dan pihak pemerintah hanya netral. Itu yang dikemukakan oleh aparat. Tidak mau berpihak. Kepada tempat ibadah pun tidak. Semoga perjuangan mereka di bulan Ramadhan ini dimudahkan oleh Allah SWT,” imbuhnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]




Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar