Seharusnya bendera yang paling banyak berkibar di wilayah Indonesia adalah bendera merah putih. Namun, tidak demikian dengan Tolikara. Di kota kecil di Papua ini, bendera Israel jauh lebih banyak dari pada bendera Indonesia.

Mengapa demikian? Ternyata Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) adalah biang keroknya. GIDI menginstruksikan warga Tolikara untuk mengecat rumah dan kios mereka dengan bendera Israel. Jika menolak, warga dikenakan denda Rp 500 ribu.




Hal itu terungkap dari investigasi Republika, Jum’at (24/7/2015).

"Kami didenda Rp 500 ribu jika tidak cat kios, itu kami punya kios," kata Agil Paweloi, seorang pedagang asal Bone seperti dikutip Republika, Jum’at (24/7/2015).

Pria berusia 34 tahun yang kini mengungsi karena rumahnya termasuk salah satu korban pembakaran itu mengungkapkan, pengecatan ruko, rumah, dan trotoar jalan diwajibkan dengan warna biru dan putih. GIDI berdalih, pengecatan itu dalam rangka menyambut kedatangan pendeta dari Israel.
Berdasarkan spanduk yang ada di halaman kantor Pusat GIDI di Jayapura, acara seminar KKR Internasional DIGI pada 15 Juli-19 Juli di Kabupaten Tolikara dihadiri pendeta asal Israel, Benjamin Berger.

Tidak hanya pemeluk Kristen, warga Muslim dan seluruh warga Tolikara juga diwajibkan mengecat rumah dengan simbol atau bendera Israel. Karena yang menolak didenda setengah juta, mau tidak mau mayoritas warga pun mengikuti instruksi tersebut.

"Saya ikut cat saja daripada harus bayar Rp 500 ribu," tutur Agil.

Menanggapi banyaknya bendera Israel di Tolikara, sejumlah netizen mengingatkan pemerintah untuk bertindak.

“Pak Jokowi, ga cemburukah entu bendera banyakan ada di sono daripada bendera Indonesia.. Ntar dicaplok baru nyesell..,” tulis Erni Agustina melalui akun Facebooknya.

“Simbol zionis yang merusak keutuhan negara yang bukan bercirikan falsafah kita maupun musuh dari Islam sendiri yaitu yahudi kenapa disebut musuh karena sudah ternash dalam quran. Simbol tersebut ada dalam tanah air kita seharusnya bertindak serius dengan adanya konsep simbol zionis,” kata Encep Wandiyana.

“Pak usir saja yang bukan bendera NKRI. Mana ada negara dalam negara, itu namanya parasit,” tambah Son Eldison. [Ibnu K/Tarbiyah.net]




Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar