Sekretaris Badan Pekerja Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Wilayah Tolikara, Marthen Jingga, menyarankan pihak Kepolisian untuk menghentikan proses hukum yang sedang berlangsung. Ia berdalih, proses hukum bisa memicu konflik yang saat ini sudah damai.

"Sudah diselesaikan secara adat dan sudah saling memaafkan. Kalau masalah diungkit, tetap jadi tersangka, malah membuat tidak aman. Jadi kita tutup saja," kata Marthen seperti dikutip Viva, Jum’at (24/7/2015).




Marthen menyarankan masalah kerusuhan di Tolikara diselesaikan melalui hukum adat. Pasalnya, hukum adat dipegang kuat di daerah Tolikara.

Namun, pihaknya masih mencari solusi untuk implementasi hukum adat yang selama ini dilakukan dengan memotong babi untuk mengakhiri konflik.

"Seharusnya potong babi, tapi kan saudara muslim kita tidak makan babi, tapi cari sapi kan susah," tambahnya.

Ia juga menyesalkan respon masyarakat luas yang hanya mempermasalahkan surat edaran sebagai pemicu konflik. Menurutnya saat ini yang terpenting adalah perdamaian, sehingga keamanan umat beragama di daerah tersebut dapat kembali kondusif.

Sementara itu, tokoh muslim Tolikara, Ustaz H. Ali Muktar, mengaku menyerahkan penanganan kasus ini ke aparat penegak hukum. Menurutnya, kasus ini sudah menjadi sorotan internasional, sehingga penanganannya harus tepat.

"Masalah hukum itu kewenangan aparat. Kasus Tolikara ini sudah internasional bukan nasional, proses hukum sesuai aturan," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi telah menetapkan dua pria berinisial HK dan JW menjadi tersangka. Kapolda Papua Irjen Yotje Mende mengatakan, HK dan JW ditetapkan menjadi tersangka karena merupakan provokator yang memberikan perintah kepada pemuda Gereja Injili di Indonesia (GIDI) untuk melakukan penyerangan pada saat Idul Fitri, Jum’at (17/7/2015) lalu. (Baca: Polisi Tetapkan HK dan JW Jadi Tersangka)

Yotje menambahkan, polisi akan mengembangkan informasi dari HK dan JW untuk mencari tersangka lain. Polisi meyakini ada pelaku lain selain HK dan JW. Kesimpulan itu berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan rekaman video saat kejadian. Karenanya ia meminta masyarakat bersabar. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Keterangan foto:
Pembakaran Masjid di Tolikara (Merdeka.com)




Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar