Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang KH. Salahuddin Wahid menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak menyampaikan permintaan maaf atas nama negara kepada PKI. Ulama yang akrab dipanggil Gus Solah ini menegaskan bahwa PKI adalah pemberontak.

"Lha wong PKI itu pemberontak kok, negara mau minta maaf," kata Gus Solah seperti dikutip TeropongSenayan, Selasa (14/7/2015).




Gus Solah yakin, Jokowi mengetahui bahwa PKI adalah pemberontak sebagaimana diketahui bersama oleh bangsa Indonesia. Permintaan maaf kepada PKI bisa melukai bangsa Indonesia, khususnya umat Islam.

"Kalau nanti Presiden Jokowi nekad meminta maaf bisa melukai bangsa Indonesia, dan umat Islam khususnya yang pernah berhadapan langsung dengan PKI," tandasnya.

Adik kandung Gus Dur ini menyarankan agar Jokowi tidak menambah masalah dengan melakukan hal yang tak perlu. Menurutnya, banyak masalah lain yang mendesak diselesaikan oleh pemerintahan Jokowi.

Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, La Ode Ida juga menyarankan hal yang sama. Jika Jokowi minta maaf kepada keluarga PKI akan mengusik TNI, warga NU, Muhammadiyah dan elemen-elemen kebangsaan lainnya yang pernah turut berjuang bersama melawan kekejaman partai politik pimpinan DN Aidit itu. Selain itu, PKI juga musuh ideologi NKRI.

"Saya sungguh-sungguh sangat berharap Presiden Jokowi tidak perlu menyampaikan permohonan maaf terhadap keluarga PKI," kata Ida seperti dikutip JPNN, Kamis (9/7/2015) lalu.

Seperti diberitakan banyak media, pada 16 Agustus 2015 nanti Jokowi akan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga PKI dalam pidato kenegaraan. Harian Terbit bahkan menulis, rencana permintaan maaf itu terkait iming-iming kompensasi anggaran dari Tiongkok. [Siyasa/Tarbiyah.net]





Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar