Setelah memeriksa 50 saksi, akhirnya polisi menetapkan dua orang menjadi tersangka kerusuhan di Tolikara Papua pada Idul Fitri, Jum’at (17/7/2015) lalu. Masing-masing berinisial HK dan JW.

Menurut Kapolda Papua Irjen Yotje Mende, HK dan JW ditetapkan menjadi tersangka karena merupakan provokator yang memberikan perintah kepada pemuda Gereja Injili di Indonesia (GIDI) untuk melakukan penyerangan.




"Mereka yang menyuruh langsung melakukan penyerangan terhadap jamaah shalat (Idul Fitri, red)," kata Yotje seperti dikutip dari Republika, Jum’at (24/7/2015).

Kedua tersangka itu ditangkap oleh personel Polda Papua dari rumahnya masing-masing. Saat ditangkap, mereka tidak memberikan perlawanan. Polisi pun tidak mengalami kesulitan yang berarti.

Yotje menambahkan, HK dan JW akan diterbangkan ke Jayapura, Jumat (24/7) hari ini. Yotje juga menegaskan bahwa penyidikan tidak berhenti pada penetapan dua tersangka tersebut. Polisi akan mengembangkan informasi dari mereka untuk mencari tersangka lain. Polisi meyakini ada pelaku lain selain HK dan JW. Kesimpulan itu berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan rekaman video saat kejadian. Karenanya ia meminta masyarakat bersabar.

"Pasti kita ungkap semuanya,” janjinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada saat umat Islam menunaikan shalat Idul Fitri (Jum'at 17 Juli 2015) di Karubaga Kabupaten Tolikara Papua, segerombolan massa yang diketahui merupakan jemaat GIDI datang menyerang dan melempari batu. Ketika dicegah oleh aparat keamanan, mereka justru mengamuk dan membakar puluhan rumah dan kios serta Masjid Baitul Muttaqin. [Ibnu K/Tarbiyah.net]




Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar