Seorang oknum yang menjadi admin di sebuah grup Line “Qur’an & Sunnah” menuduh Ustadz Salim A Fillah tidak bermanhaj salafush shalih. Ia juga memperingatkan anggota grup itu agar tidak menjadikan Ustadz Salim sebagai rujukan.

“Ustad Salim afillah tidak bermanhaj salafush shaleh, mohon untuk tidak menjadikan rujukan,” kata sang admin di dalam grup Line yang beranggotakan 161 orang itu, seperti di-capture oleh Muhammad Ridwan.




“Kenapa tidak boleh menjadi rujukan?” tanya Ridwan yang merupakan salah satu anggota grup Line tersebut.

“Karena pemahaman agamanya tidak sesuai dengan Al Qur’an dan As-Sunnah dan para sahabat رضي الله عنه ما“, jawabnya.


Ketika seorang teman Ridwan melaporkan hal tersebut kepada Ustadz Salim A Fillah, dai kondang dan penulis produktif itu menjawab dengan kalem:


_____________________
اذا سبني نذل تزايدت رفعة
و ما العيب الا ان أكون مساببه
و لو لم تكن نفسي علي عزيزة
لمكنتها من كل نذل تحاربه
و لو أنني أسعى لنفعي لوجدتني
كثير التواني للذي أنا طالبه
ولكني أسعى لأنفع صاحبي
و عار على الشبعان ان جاع صاحبه
الامام الشافعي
Ingetin juga kituh. Nulis RadhiyaLlahu ‘anhum-nya salah :)
رضي الله عنهم
_____________________

Syair Imam Syafi’i yang dikutip oleh Ustadz Salim A Fillah tersebut kira-kira artinya begini:

Jika kehinaan mencaci saya,
hakekatnya kemuliaan saya bertambah

Karena sesungguhnya aib dan kehinaan itu
bukan dari orang lain tapi dari diri sendiri penyebabnya

Dan andaipun diriku tidak mulia
tentunya aku menguatkan diri dari kehinaan itu dengan melawannya

Dan kalaupun aku berupaya hanya untuk menguntungkan diri semata
maka akan kamu dapatkan diriku penuh kelalaian atas apa yang aku tuntut

Tapi sebenarnya aku berusaha menguntungkan dan memberi manfaat orang lain
Karena merupakan aib besar atas mereka yang kenyang jika yang lainnya lapar

[Ibnu K/Tarbiyah.net]




Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar