Presiden Joko Widodo berharap Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan reformasi internal agar bisa menjadi tenda besar umat Islam di Indonesia yang moderat, tidak ekstrem dan penuh lapang dada. Demikian disampaikan Jokowi saat membuka Muktamar IX MUI di Surabaya, Selasa (25/8/2015).

"Dengan demikian, organisasi ini bisa berdiri tegak sebagai tenda besar sejati yang menaungi Islam moderat di Tanah Air, yang tidak ekstrem dan yang penuh kelapangdadaan," kata Jokowi diwakili Tim Komunikasi Presiden, Sukardi Rinakit seperti dikutip Tribunnews.




Menurut Presiden, hal tersebut terbukti mampu menjaga saling pengertian, semangat persaudaraan kebangsaan, kerukunan, kegotongroyongan, dan kesediaan hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Jokowi, sikap moderat yang menjaga saling pengertian dan kerukunan akan menciptakan kondisi yang stabil dan toleran. Jika kondisi itu dijaga terus-menerus, maka semangat keilmuan umat Islam, juga akan berkembang pesat.

Jokowi juga melihat peran konstruktif MUI sangat diperlukan dalam memandu dan membangkitkan optimisme masyarakat, lebih-lebih dalam situasi melambannya pertumbuhan ekonomi nasional seperti sekarang ini.

Seperti diketahui, MUI menggelar musyawarah nasional ke-IX di Surabaya pada tanggal 24 – 27 Agustus 2015. Munas merupakan forum permusyawaratan tertinggi organisasi ulama, zuama, dan cendekiawan tersebut yang diselenggarakan secara berkala dalam lima tahun sekali. Munas ke-IX dibuka oleh Jokowi, tadi (25/8/2015) sekitar jam 10 pagi. [Siyasa/Tarbiyah.net]




Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar