Dalam rangka mengatasi pelemahan rupiah, Presiden Joko Widodo menyerukan untuk membeli produk lokal.

“Ayo bahu membahu atasi pelemahan rupiah dengan cara beli produk lokal,” tulis Jokowi melalui akun Twitternya @Jokowi, Selasa (25/8/2015).




Banyak yang mendukung seruan Jokowi tersebut, namun tidak sedikit pula yang mengkritik. Di media sosial, sejumlah netizen justru mempertentangkan seruan itu dengan kebijakan pemerintah terkait tenaga kerja.

“Kalau tenaga kerjanya kenapa nggak minta yang lokal juga ? Ini wong dari Tiongkok diambil ...!,” kata Iwan Husdiantama melalui akun Facebook pribadinya.

Sejumlah netizen lain mempertentangkan seruan itu dengan banyaknya barang impor yang masuk ke Indonesia.

“Bapak ngajak beli barang lokal, tapi garam saja pemerintah masih impor, sedang harga garam rakyat masih rendah,” sentil akun @montolos.

“Semuanya barang diimport dari China, Gimana caranya mau beli produk lokal, yang benar saja kalau ngomong,” tambah @donymaulanaa.

“masalahnya pak produk lokal kita sekarang sudah hampir tidak ada sebagian besar sudah dikuasai produk asing termasuk bahan produksi,” timpal @imanuelmel.

“Bapak suruh kita pake produk lokal, tapi kok daging sapi aja masih impor. Hayo, janji kampanye waktu itu apa, hayo?!,” cuit @ahmad98afandi.

Sebagian netizen lainnya mengomentari seruan Jokowi tersebut dengan mengeluhkan kondisi perekonomian yang sedang sulit.

“Boro-boro produk luar, lokal aja gak kebeli, mahal-mahal, serba naik! Pie toh,” kicau akun @QnoyArya. [Siyasa/Tarbiyah.net]




Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar