Kendati Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Tito Karnavian telah berjanji menjamin tak akan menggusur Mushala Kampung Pulo, tidak demikian dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan akan membongkar mushala tersebut. Menurutnya, mushala tersebut termasuk wilayah relokasi.

"Musala itu akan kami bongkar ketika sudah tidak ada yang pakai dan sudah ada penggantinya," kata Ahok saat ditemui di Universitas Pelita Harapan Festival, Sabtu (22/8/2015) seperti dikutip Tempo.




Ahok berjanji sesegera mungkin membangun mushala pengganti. Mushala pengganti itu dijanjikan akan berada di Rumah Susun Jatinegara yang kini ditempati warga Kampung Pulo. "Di semua rusun ada. Kami sediakan lengkap mushala, masjid, dan klinik," ujar Ahok.

Sebelumnya, Jumat (21/8/2015), Front Pembela Islam (FPI) meminta mushala yang berada di lokasi penggusuran tidak dirubuhkan atau digusur. Dalam pertemuan dengan petinggi FPI, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Tito Karnavian telah memerintahkan polisi menjaga dan menjamin tak akan menggusur mushala tersebut.

Penggusuran Kampung Pulo yang dilakukan Ahok mengundang kecaman sejumlah pihak. Sosiolog Universitas Indonesia, Tamrin Amal Tomagola, menilai cara penggusuran di Kampung Pulo tidak manusiawi. Idealnya, penggusuran dilakukan ketika warga sudah menempati tempat tinggal yang baru. Faktanya, banyak warga yang belum menempati Rusun Jatinegara. [Siyasa/Tarbiyah.net]

Keterangan foto:
Bentrokan saat penggusuran Kampung Pulo, 20/8/2015 (Metrotvnews.com)





Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar