Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengungkapkan hal yang mencengangkan mengenai olahraga. Menurutnya, pembiayaan olahraga berasal dari judi. Perjudian, sepanjang pengamatannya, merupakan hal yang lumrah dalam olahraga.

Yang penting, menurut Imam, judi tidak mempengaruhi skor atau masuk dalam pengaturan skor. Hal itu dikatakannya dalam seminar dan diskusi nasional Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (UI), di Balairung UI, Kamis (13/8/2015) lalu.

“Ketika kemudian tahun 1991 Porkas, SDSB di Indonesia itu dihentikan oleh negara, saya melihat secara langsung betapa banyak orang Indonesia berbondong-bondong berjudi pergi ke Malaysia dan Singapura. Asal tahu, sumber pembiayaan olah raga itu dari itu,” kata Imam dalam ceramahnya.

Memperhatikan konteks kalimat Imam, yang dimaksudnya dengan “itu” tidak lain adalah judi.

“Saya ingin menyatakan bahwa, silahkan mereka berjudi, boleh. Itu hak mereka. Tapi jangan pernah hasil judi atau cara judi itu masuk kepada pengaturan skor dan masuk ke lapangan. Cukup di Tribun saja mereka berjudi. Main remi. Tapi kalau sudah masuk ke lapangan, mengatur wasit, mengatur pemain, maka di mana sesungguhnya pondasi revolusi mental terjadi,” tambahnya. [Siyasa/Tarbiyah.net]






Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar