Di tengah investigasi tragedi Mina yang mengakibatkan 717 jamaah haji meninggal dunia dan lebih dari 800 lainnya luka-luka, pengakuan mengejutkan datang dari penanggungjawab haji Iran.

Dalam wawancara dengan asy Syarq al Ausath, pihak penanggungjawab haji Iran mengakui bahwa 300 jamaah haji dari negerinya melawan arus saat kembali dari melempar jumrah, lansir alarabiya, Sabtu (26/9/2015).




Pejabat itu mengatakan, pelanggaran dimulai ketika mereka dari Muzdalifah untuk melempar jumrah. Setelah selesai, mereka kembali melalui jalan 204, melawan arus jamaah haji yang sedang pergi menuju jamarat. Akibatnya, mereka bertabrakan dengan arus utama jamaah haji sehingga desak-desakan dan dorong-mendorong tak dapat dihindarkan.

Sebelumnya diberitakan bahwa dua hari sebelum insiden yang mengakibatkan 717 jamaah haji meninggal dunia itu terjadi, seorang mantan diplomat Iran bernama Farzad Farhanikiyan mengungkapkan rencana negara itu mengacaukan haji demi mempermalukan Arab Saudi. (Baca: Dua Hari Sebelum Tragedi Mina, Mantan Diplomat Iran Ini Beberkan Rencana Kacaukan Haji)

Menurut Farzad, pemerintah Iran menyimpulkan bahwa cara dan waktu terbaik untuk menghadapi Arab Saudi adalah ketika musim haji. Jika tidak dapat mengacaukan ibadah haji di tahun ini, Iran khawatir tidak lagi memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan Syiah Houthi, sekutu mereka di Yaman. [Siyasa/Tarbiyah.net]









Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar