Adnan Buyung Nasution tutup usia pagi tadi sekira pukul 10.15 WIB. Sebelum meninggal, pengacara senior yang dikenal selalu terusik jika mengetahui ketidakadilan itu menulis pesan sambil menangis.

"Jagalah LBH/YLBHI, teruskan pemikiran dan perjuangan untuk masyarakat miskin dan tertindas," demikian tulis Buyung dalam selembar kertas yang diberikannya kepada Todung Mulya Lubis.




Menurut Todung, Adnan Buyung menuliskannya dengan tertatih-tatih dan gerak patah-patah sehingga tulisan tidak terbaca jelas.

"Dia menulis sambil menangis. Lalu, saya jawab, 'iya Bang, iya,'" ujar Todung seperti dikutip Kompas.

Pesan itu, tambah Todung, ditulis oleh Adnan Buyung sewaktu dirinya dan sejumlah rekan pengacara menjenguk Adnan Buyung di saat kritis pada Ahad (20/9/2015) malam.

Adnan Buyung Nasution yang memiliki nama kecil Adnan Bahrum Nasution lahir di Jakarta pada 20 Juli 1934. Sejak muda, Adnan Buyung telah menjadi aktivis dan selalu terusik jika mengetahui ketidakadilan. Kuliah di tiga jurusan (Teknik Sipil ITB, Fisip UGM dan Hukum UI), kemudian menyelesaikan Studi Hukum Internasional Universitas Melbourne Australia dan Universitas Utrecht Belanda, Adnan Buyung akhirnya menjadi seorang pengacara handal.

Adnan Buyung pernah mendirikan sejumlah organisasi, salah satunya Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Pada tahun 2007-2009 Adnan Buyung Nasution dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bagian Hukum.

Adnan Buyung Nasution juga pernah menjadi Ketua Tim Pembela Muslim (TPM) yang kini digantikan oleh Mahendradatta. [Ibnu K/Tarbiyah.net]








Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar