Seorang ibu asal Jambi yang anaknya menjadi korban asap menulis pesan disertai foto-foto yang sangat memilukan di Facebook. Tampak seorang anak terbaring dengan mata terpejam dan selang terpasang di tubuhnya.

“Cukup anak hamba ya Allah yang jadi korban akibat asap yang tidak kunjung berhenti. Jangan lagi ada korban yang lain. Sesak napas, batuk, pilek akibat kabut asap dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tulisnya.




Status dan foto-foto itu segera menjadi viral dan mendapatkan empati dari banyak pihak.

“Kau sangat cantik, Dik. Bahkan saat kau tertidur pulas seperti itu.. Kau masih cantik, Dik. Bahkan saat selang-selang itu berada di tubuhmu.. Kau masih sangat cantik, Dik. Meski senyummu takkan pernah menghiasi hari-hari mamamu.. Kau kini telah berpulang, bermain ditaman syurgaNya bersama bidadari-bidadari berparas cantik Kau kini telah berpulang, Nak. Meninggalkan negeri asap yang telah merengut hari-hari bahagiamu bersama mamamu.. Tenanglah disana Nak... Tunggulah mama papamu nanti... Innalillahi wa inna ilaihi raji'un...,” tulis Adudu.

Ada pula yang menilai pemerintah lamban bertindak menyelesaikan bencana kabut asap.

“Saya tinggal di Jambi, sudah sebulan lebih asap pekat menyelimuti provinsi Jambi tercinta ini, lantas apa yang pemerintah sudah lakukan? Baik pusat maupun daerah? Nol besar. Kebakaran hanya di padamkan oleh para pejuang TNI memakai semprotan air seadanya. Mana cukup cuman segitu,saya salut dengan TNI yang siang malam memadamkan api ,tapi tetap tidak cukup hanya dengan semprotan air. Mau sampai kapan kami warga Jambi menghirup asap beracun ini? Anak-anak sebulan libur sekolah pada sakit semua, para lansia yang sudah sakit-sakitan semkin sakit karena asap ini, kami kaum pekerja harus tetap bekerja walaupun asap sangat pekat demi sesuap nasi. Lantas pemerintah sudah melakukan apa? Pemrintah daerah malah sibuk kampanye pilgub, pemrintah pusat acuh tak acuh, mungkin bagi mereka nyawa kami bukan urusan mereka. Buat para pro pemerintahan, tolong buka mata anda apa yang anda banggakan lagi dari pemrintah sekarang? Jangan banyak omong tapi coba anda ke sini main ke Jambi 1 bulan mungkin anda akan pingsan.
Ketika jaman pak SBY Jambi juga pernah kabut asap tapi apa respon pemrintah tidak sampai sebulan kabut asap sudah hilang dari Jambi dengan mmbuat hujan buatan dan bom air, tapi sekarang? Kami tidak perduli bagaimana caranya, yang kami mau cuman bernapas dengan oksigen yang sehat, kalo tidak mau perduli dengan kami tidak usah jadi pemrintah, tidak usah jadi wakil rakyat.
Mari sama sama bantu kami warga Jambi untuk terus mendesak pemerintah agar serius menangani kabut asap di daerah Sumatera ini, khususnya Jambi, Riau dan Sumsel,” tulis Mulvy Anugrah Sidqi. [Siyasa/Tarbiyah.net]








Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar