Polisi akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap teroris pelaku pengeboman Mall Alam Sutera. Leopard Wisnu Kumala, teroris yang telah empat kali melakukan pengeboman itu, ternyata adalah seorang non muslim. Menurut Direktur Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), hal ini membuat BNPT mules perutnya. Pasalnya selama ini teroris diidentikkan dengan Islam.

“Media akhirnya seperti gagap untuk menata ulang opini, bahkan sebagian pengamat yang sebagian besar memegang pakem metode framework analisis kultural juga kelu lidahnya. Bisa jadi, BNPT juga mules perutnya karena teori terorisme yang diusung selama ini tersandung di Alam Sutera,” tegas Direktur CIIA Harits Abu Ulya, Jumat (30/10/2015) seperti dikutip Republika.





Dalam isu terorisme, menurut Harits, rakyat Indonesia selama ini dalam sudut pandang yang tendensius dan stigmatis. Begitu mendengar teroris maka tergambar sosok pelakunya seorang Muslim, berjenggot, jidat hitam, celana cingkrang, keluarganya bercadar, memandang Barat (AS) sebagai musuh.

Walhasil, UU Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Terorisme pun diterapkan untuk menjerat hal-hal dengan identifikasi tadi.

“Jadi, terorisme akan selalu dimaknai sebagai produk radikalisme dalam agama Islam.Terorisme di Indonesia itu identik dengan Islam, ini secara simpel dikonstruksi oleh pihak pemerintah melalui aparaturnya dan diaminkan sebagian besar media,” lanjutnya.
Maka, ia pun kembali mengajak publik mencermati kembali definisi terorisme yang lekat dengan radikalisme Islam setelah kasus Leopard dan Mall Alam Sutera.

“Rakyat sekarang tahu, orang Kristen atau non-Muslim di Indonesia juga sama potensialnya bisa hadir di tengah masyarakat menjadi sosok-sosok teroris yang sangat berbahaya sekalipun terkesan ramah,” tegasnya.

Menurut polisi, Leopard telah membuat lima bom. Dua bom telah diledakkan, dua bom gagal meledak dan satu bom lagi masih disimpannya untuk aksi berikutnya. (Baca: Leopard Sudah 4 Kali Mengebom)

Pada 6 Juli 2015, Leopard mengincar area Food Hall Mall Alam Sutera sebagai sasaran aksi terornya. Pria berusia 29 tahun itu menaruh bom di dekat cairan pembasmi serangga di area itu namun gagal meledak. Seandainya meledak, menurut Leopard, efek ledakannya akan besar karena dekat cairan pembasmi serangga dan juga akan menimbulkan efek gas beracun.

Pada 9 Juli 2015, Leopard kembali menjalankan aksi terornya. Ia menaruh bom di toilet pria di Mall Alam Sutera. Tidak seperti bom pertama yang gagal meledak, bom kedua ini berhasil meledak dan membuat kaca toilet pecah.

Pada pertengahan Oktober 2015, Leopard menaruh bom di tong sampah Mall Alam Sutera. Namun bom tersebut juga gagal meledak.

Pada 28 Oktober 2015, Leopard menaruh bom di tong sampah toilet kantin di Mall Alam Sutera. Bom tersebut meledak dan melukai seorang karyawan. [Siyasa/Tarbiyah.net]








Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar