Di antara alasan mengapa Recep Tayip Erdogan dicintai rakyatnya adalah, Presiden Turki itu tegas terhadap pihak-pihak yag merongrong wibawa negaranya namun lembut hatinya, mudah berempati dan menangis saat mendengar penderitaan umat Islam.

Seperti video ini. Erdogan menangis saat seorang pelajar Albania membacakan puisi doa harapan di hadapannya.




Berikut terjemahan puisi doa tersebut seperti dirilis Dakwatuna:

Sebelum membaca puisi ia mengatakan, Pemimpin kami semua, Recep Tayyip Erdogan. Aku juga sepertimu, belajar di sekolah agama. Aku membawakan salam untukmu dari sekolahku. Yakinlah, di Albania banyak orang yang mencintaimu dan berdoa untukmu. Selamat datang di negeri kami:


“Suara kami telah serak.


Ya Allah, jangan biarkan menara kami tanpa suara adzan. 
Panggilkanlah lebah untuk membuatkan kami madu. 
Atau setidaklah berilah kami sarangnya.

Menara-menara kami sudah kehilangan cahaya. 
Jangan biarkan langit juga tanpa bintang.

Jangan biarkan negeri Islam kami tanpa orang Muslim. 
Berilah kami kekuatan. 
Jangan biarkan medan jihad tanpa orang-orang kami yang tangguh.

Jangan sampai barisan pasukan kami tanpa pemimpin hebat. 
Supaya kami tahu bagaimana menghentikan musuh. Jangan biarkan kami tanpa semangat.

Jangan sampai kumpulan yang tinggal satu-satunya ini juga tercerai-berai. 
Karena itu berilah mereka pemimpinnya.

Jangan biarkan kami tanpa cinta, air, udara, dan negeri. Jangan biarkan negeri Islam kami tanpa orang Muslim.”










Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar