Imam Besar Masjid Istiqlal KH Ali Mustofa Yakub mengecam dikumandangkannya adzan untuk mengiringi lagu rohani Kristen saat peringatan Natal Bersama Nasional di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini.

KH Ali Mustofa Yakub menegaskan, hal itu merupakan campur aduk antara perkara yang haq (benar) dan batil (salah) dalam agama.




“Itu sudah jelas-jelas mencampuradukkan antara yang hak dan yang batil,” kata KH Ali Mustofa Yakub seperti dikutip Kiblat.net, Rabu (30/12/2015).

Seperti diketahui, acara perayaan Natal Bersama Nasional digelar di rumah Gubernur NTT, Kupang pada Senin (28/12/2015) lalu. Sekitar 10.000 orang mengikuti acara yang yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo beserta sejumlah menteri itu.

Dalam perayaan Natal Bersama Nasional itu, dikumandangkan adzan untuk mengiringi lagu rohani Kristen berjudul Ave Maria.

Imam Masjid Oepura, Ustad Umarba, mengumandangkan adzan mengiringi lagu karya Schubert yang dinyanyikan oleh Reny Gadja dari Gereja Musafir Indonesia.

Panitia beralasan bahwa hal itu dilakukan sebagai wujud toleransi. Pasalnya, NTT merupakan wilayah yang ditempati oleh masyarakat Kristen sebagai mayoritas dan umat Islam.

Namun menurut KH Ali Mustofa Yakub, tidak ada toleransi dalam masalah aqidah dan ibadah.

“Toleransi itu di luar aqidah dan ibadah,” tegasnya. [Siyasa/Tarbiyah.net]








Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar