Tarbiyah.net - Peneliti Puslitbang Kehidupan Keagamaan Balitbang Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Jamil Wahab menemukan bahwa di antara doktrin Gafatar adalah tidak wajib shalat lima waktu dan puasa bagi mereka.

Mengapa Gafatar memiliki keyakinan shalat lima waktu dan puasa Ramadhan tidak wajib?




1. Millata Ibrahim


Meskipun namanya Gafatar dan merupakan organisasi sosial, Puslitbang menemukan bahwa ia merupakan kelanjutan atau nama lain dari Millata Ibrahim. Yakni aliran yang tidak lagi mengakui agama-agama yang dibawa keturunan Nabi Ibrahim tetapi langsung mengikuti Nabi Ibrahim.

Mereka mengklaim agama-agama Islam, Kristen dan Yahudi sering ribut sehingga memutuskan untuk kembali kepada agama Nabi Ibrahim sehingga ritual shalat lima waktu dan puasa Ramadhan tidak wajib. Mereka mengklaim pengokohan keyakinan kepada Pencipta semesta alam.

2. Al Qiadah Al Islamiyah


Gafatar juga merupakan kelanjutan dari Al Qiadah Al Islamiah yang memiliki doktrin tidak ada kepemimpinan sah. Periode saat ini masih dianggap periode Makiyah, di mana shalat lima waktu dan puasa Ramadhan belum diperintahkan.

Jika nanti Ahmad Musadeq selaku Sang Mesias menurut mereka berhasil mendirikan negara karunia alam semesta, mereka akan diperintahkan shalat sebagaimana periode Madaniyah.

Saat ini, Gafatar lebih perhatian pada shalat malam. “Mereka lebih mewajibkan shalat malam atau tahajud,” terang Jamil. [Ibnu K/Tarbiyah.net]








Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar