Keterangan foto: Suasana upacara bendera di SDIT Nurul Insan Sidoarjo
Tarbiyah.net - SW, seorang guru SD Negeri di Kabupaten Situbondo Jawa Timur, meminta maaf telah melarang siswanya hormat bendera Merah Putih. Di depan Majelis Ulama Indonesia (MUI), guru yang diangkat menjadi PNS pada tahun 2008 itu juga menyatakan menyesali perbuatannya.

Tindakan SW melarang siswa hormat bendera Merah Putih dan sungkem pada orang tua telah membuat sejumlah masyarakat Situbondo resah. Oleh karena itu, ia dipanggil ke ruang Kapolres untuk dimintai klarifikasi. Hadir dalam pertemuan itu sejumlah pengurus MUI, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan pimpinan Kodim 0823 Situbondo.

"Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Situbondo atas perbuatan saya, karena saya baru belajar agama sudah sombong," kata SW di depan tokoh agama dan aparat seperti dikutip Kompas, Selasa (26/1/2016).

Sekretaris MUI Situbondo Hamid Jauharul Fadil menjelaskan bahwa pihaknya memiliki kewajiban meluruskan masalah ini agar tidak terjadi keresahan di masyarakat.

"Saya perwakilan MUI Situbondo memiliki kewajiban untuk meluruskan permasalahan ini, dan tadi rekan-rekan lihat sendiri yang bersangkutan telah meminta maaf atas perbuatannya dan perlu diketahui jika ia belajar pemahaman tentang agama masih sepotong-sepotong," terangnya.

Kapolres Situbondo AKBP Puji Hendro Wibowo menambahkan, SW mengaku belajar agama dari internet kemudian langsung menerapkannya kepada peserta didiknya. Lebih lanjut Puji akan melakukan sosialisasi bersama tokoh agama agar kasus serupa tidak terulang di Situbondo. [Ibnu K/Tarbiyah]








Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar