Tarbiyah.net - Eks Ketua Umum Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Mahful M Tumanurung akhirnya muncul ke publik dan mengumumkan bahwa pihaknya telah keluar dari Islam yang dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia. Ia juga menerangkan ajaran yang ia pilih yakni Millah Ibrahim.

"Kami menyatakan sikap telah keluar dari keyakinan atau paham keagamaan Islam mainstream Indonesia dan tetap berpegang teguh paham Millah Abraham sebagai Jalan Kebenaran Tuhan seperti yang telah diikuti dan diajarkan oleh para Nabi dan Rasul Allah SWT," kata Mahful di Gedung YLBHI, Jl Diponegoro Jakarta, Selasa (26/1/2016), seperti dikutip Detik.

Karena telah keluar dari Islam dan menganut Millah Ibrahim, menurutnya tidak pada tempatnya jika MUI memberikan fatwa sesat kepada Gafatar.

Millah Abraham merupakan kelanjutan dari Aqidah Islamiyah yang dibawa oleh Ahmad Musadeq. (Baca: Nabi Palsu Ahmad Musadeq Berada di Balik Gafatar)

Al Qiyadah Al Islamiyah menggabungkan antara Al Quran, Injil dan Taurat sebagai ajarannya. Ia juga melanjutkan doktrin NII KW 9 bahwa saat ini tidak ada kepemimpinan sah sejak runtuhnya Khilafah Islamiyah pada 1924 di Turki sehingga umat harus mendirikan negara Islam di bawah kepemimpinan Ahmad Musadeq sebagai Nabi dan Sang Mesias.

Al Qiyadah Al Islamiyah disorot keras pada 2006 dan dinyatakan sesat oleh MUI pada 4 Oktober 2007. Dan pada 2008, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Musadeq 4 tahun penjara dipotong masa tahanan.

Musadeq sempat menyatakan diri bertaubat, tetapi ternyata diam-diam dia kembali menyebarkan alirannya dengan nama baru; Millah Ibrahim. Aliran ini sedikit memodifikasi ajarannya dengan menyebut bahwa segala agama bersumber dari Nabi Ibrahim sehingga pengikut Millah Ibrahim langsung mengikuti ajaran Ibrahim. Adapun shalat dan puasa, menurut mereka, tidaklah wajib. [Ibnu K/Tarbiyah]








Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar