Tarbiyah.net - Beredarnya video perdebatan antara polisi dan sopir taksi cukup menghebohkan media sosial. Sopir taksi yang berada di dalam mobil tidak mau ditilang dengan alasan ia sedang berhenti, bukan parkir. Karena rambu di tempat itu adalah larangan parkir, bukan larangan berhenti. Namun polisi ngotot menilangnya karena menurutnya, berhenti dan parkir sama saja.

Banyak netizen yang membela sopir taksi tersebut dan menghujat polisi yang ngotot mengeluarkan surat tilang. Menurut netizen, parkir dan berhenti adalah dua hal yang berbeda. Jika sama, mengapa ada tanda dilarang parkir dan ada tanda dilarang berhenti.

Namun, tidak demikian dengan Kapolri Badrodin Haiti. Ketika dikonfirmasi, Badrodin seakan membela anak buahnya.

"Berhenti sama parkir apa bedanya?" kata Badrodin seperti dikutip Merdeka, Ahad (24/1/2016).

"Kalau berhenti lama, nungguin ngetem di situ, parkir atau berhenti?" lanjutnya dengan nada sedikit meninggi.

Ia menambahkan, setiap orang yang melakukan pelanggaran selalu berkilah. Orang bisa beralasan.

“Kalau berhenti agak lama ya apa itu bukan parkir," tandas Badrodin.

Banyak netizen membela sopir taksi yang sudah tua tersebut. Sebab menurut UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan BAB 1 Pasal 1, parkir dan berhenti itu berbeda.

Pada poin 15 disebutkan, “Parkir adalah kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya”. Sedangkan pada poin 16 disebutkan, “Berhenti adalah keadaan kendaraan tidak bergerak untuk sementara waktu dan tidak ditinggalkan pengemudinya. [Siyasa/Tarbiyah.net]









Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar