Tarbiyah.net - Kisah ini merupakan kisah yang cukup populer, terjadi di masa tabi’ut tabi’in. Ketika seorang muslim menunjukkan akhlak mulianya, maka orang Yahudi pun mengakui dan memuliakannya. Seyogyanya menjadi inspirasi dan teladan kita semua.

Berikut ini kisahnya seperti ditulis singkat oleh Ustadz Satria Hadi Lubis.

***


Pada suatu hari, seorang Yahudi hendak menjual rumah. Rumah tersebut dijual dengan harga yang sangat mahal dibandingkan dengan harga pasaran. Rumah tersebut ditawarkan dengan harga 2000 dirham. Sementara menurut harga pasaran saat itu rumah tersebut hanya laku seharga 1000 dirham.

Salah seorang calon pembeli berkata kepada Yahudii tersebut: "Wahai Tuan sungguh mahal sekali harga rumah engkau yang tawarkan. Engkau tawarkan rumahmu seharga 2000 dirham. Selayaknya harga pasaran rumah engkau cuma 1000 dirham.





Lalu Yahudi tersebut berkata: Rumah yang kumiliki memang seharga 1000 dirham. Tetapi aku memiliki seorang tetangga yang sholeh dan baik hati yang bernama Abdullah Ibnu Mubarak. Jika engkau membeli rumahku maka engkau akan memiliki tetangga seorang sholeh dan baik hati seperti Abdullah Ibnu Mubarak. Kenyamanan bertangga dengan Abdullah Ibnu Mubarak kuhargai sebesar 1000 dirham. Jadi total harga rumah tersebut menjadi 2000.

Rencana Yahudi ingin menjual rumahnya sampai ke telinga Abdullah Ibnu Mubarak. Lalu Abdullah Ibnu Mubarak mendatangi Yahudi tersebut dan memberikan uang sebesar 1000 dirham. Abdullah Ibnu Mubarak berkata: Engkau jangan pergi dari rumah ini. Aku berikan engkau uang 1000 dirham. Karena sesungguhnya aku juga merasa senang bertetangga denganmu.

Masya Allah... begitulah pribadi muslim, menjadi rahmat bagi semesta alam.

***

Abdullah bin Mubarak yang juga populer dengan panggilan Ibnul Mubarak lahir pada tahun 118 H dan wafat pada 181 H dalam usia 63 tahun. Dia adalah seorang tokoh tabi’in yang ahli fikih, ahli hadits, punya sikap wara’ atau hati-hati, terpercaya dalam bidang hadits, zuhud, suka berjihad dan alim.

Abdullah bin Mubarak berguru kepada Sulaiman At-Taimi, Ashim Al-Ahwal, Hisyam bin Urwah, Ismail bin Abi Khalid, Musa bin Uqbah, Al-Auza'i, Imam Malik, Sufyan Ats-Tsauri, dan sejumlah tabi’in lainnya. Sedangkan ulama-ulama besar yang pernah menjadi muridnya, antara lain: Ma'mar, Ibnul Qaththan, Ibnu Ma'in, Ibnu Abi Syaibah, Ahmad bin Mani’ dan Muslim bin Ibrahim. [Ibnu K/Tarbiyah.net]








Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar