Tarbiyah.net - Sebuah peristiwa memalukan terjadi, Senin (11/1/2016). Seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) tertangkap membawa narkoba di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara.

Penangkapan itu mendapat tanggapan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Martin Hutabarat menilai tindakan tersebut merupakan tindakan yang memalukan dan akan membahayakan keselamatan Presiden serta Wakil Presiden.

"Tentunya tindakan itu memalukan dan bisa mengancam keselamatan Presiden serta Wakil Presiden," kata Martin seperti dikutip Detik.




Anggota Komisi I itu meminta kepada pihak terkait untuk mengusut tuntas kasus itu.

"Harus diusut tuntas, dan diselidiki apa ini baru saja terjadi di lingkungan Paspampres atau malah sudah ada jaringan di dalamnya. Karena ini sangat memalukan dan membahayakan," tambahnya.

Frestian Ardha Pranata (FAP) tertangkap di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara pada Senin (11/1/2016) pagi. Tamtama Pengawal Bermotor di Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan, Paspampres, itu kedapatan membawa 0,35 gram sabu dan 1/2 butir pil ekstasi saat tengah melewati security door Bandara Kualanamu menuju ruang tunggu keberangkatan penerbangan GA 181 tujuan Medan-Jakarta.

Komandan Paspampres Mayjen TNI Andika Perkasa segera menindaklanjuti penangkapan itu dengan meminta agar oknum Paspampres tersebut segera diproses secara hukum. [Siyasa/Tarbiyah.net]

Keterangan foto:
ilustrasi paspampres








Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar