Tarbiyah.net - Ada peristiwa tak terduga saat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpidato pada acara Rakernas I di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Ahad (10/1/2016). Megawati tiba-tiba kesulitan saat menyebut lafadz “Allah Subhanahu wa Ta’ala”.

Mantan presiden Republik Indonesia itu juga keliru saat mengucapkan salam penutup.




"Semoga Allah su... Allah suwan.. Allah Subhana wa Taala meridhoi perjuangan kita, tanamkan dalam hati jiwa dan pikiranmu. One for All all for one,” kata Megawati di penghujung pidatonya seperti dikutip Merdeka.

Saat menutup pidato dengan salam, kembali terjadi hal yang terduga. Megawati salah ucap ketika mengucap salam.

“Assalamualaikum warah matulallahi wabarokatih,” ucapnya yang semestinya Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Beragam komentar netizen menanggapi selip lidah Megawati itu. Bahkan ada yang menyarankannya melakukan regenerasi karena faktor usia bisa mengakibatkan kesalahan pidato seperti ini.




“Walau saya bukan kader PDIP, mungkin karena faktor usia beliau yang sudah tidak muda lagi, perlu secepatnya regenerasi, biar tidak dijadikan bahan gunjingan di tengah-tengah masyarakat karena sesuatu hal, saya kira yang muda juga banyak yang melakukan hal yang sama. Jadi mari kita intropeksi diri kita masing-masing apa yang sudah kita lakukan mulai dari keluarga kita, sesama warga/negara,” tulis Sri Susanto melalui akun Facebook pribadinya.

Ada pula yang membantah jika kesalahan menyebut nama Allah tersebut karena faktor usia.

“Perasaan belum jompo-jompo amat bro bu Mega, banyak kok yang lebih tua dari itu tapi tetep lancar logatnya, kalau menurutku mungkin karena jarang aja mengucapkan kata itu,” timpal Choisa Ramadhan As Syauqi.

“Hehe.. kasian bu Mega, mungkin perlu memperbanyak lagi dzikir ya bu, Istighfar, dan lain-lain supaya diberi kemudahan. Amiin,” kata Denny Teguh. [Siyasa/Tarbiyah.net]








Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar