Terkabulkannya gugatan Jackie Fox yang membuat Johnson & Johnson didenda USD 72 juta (sekitar Rp 1 Trilun) ternyata baru satu kasus di antara ribuan kasus gugatan kepada Perusahaan yang berbasis di New Jersey itu.

Washingtonpost melaporkan, sedikitnya 1.200 wanita di seluruh dunia telah menggugat Johnson & Johnson karena gagal memperingatkan konsumen dari bahaya yang terkait dengan bedak, mineral yang digunakan dalam bedak bayi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pengadilan Missouri, Amerika Serikat mengabulkan gugatan keluarga Jackie Fox yang menderita kanker akibat menggunakan produk bedak bayi Johnson & Johnson dan produk lainnya yang mengadung talkum.

Lebih dari tiga tahun lalu, Fox didiagnosis dengan kanker ovarium yang terbukti fatal. Ketika Fox meninggal pada Oktober 2015, anak asuhnya Marvin Salten melanjutkan gugatan tersebut.

Hakim menyatakan, Fox berhak atas 10 juta dolar AS akibat kerugian nyata dan 62 juta sebagai hukuman ganti rugi. Namun diperkirakan, Johnson & Johnson akan melakukan banding atas putusan tersebut.

"Kami bersimpati dengan keluarga penggugat tapi perusahaan percaya bedak kosmetik tersebut aman karena didukung oleh penelitian ilmiah," kata Johnson & Johnson dalam pernyataan resminya seperti dikutip Washintonpost, Rabu (24/2/2016). [Siyasa/Tarbiyah.net]








Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar