Selayaknya, foto-foto dan video yang menggambarkan kehancuran Kota Pompeii dan kematian mengerikan penduduknya secara tiba-tiba ini menjadi pelajaran agar tidak mendukung penyimpangan seksual di masyarakat.

Kota Pompeii merupakan kota tujuan wisata kaum kelas atas kekaisaran Romawi dan menjadi lambang kemakmuran saat itu. Arsitektur rumah dan gedung-gedungnya menakjubkan, perhiasan penduduknya pun menunjukkan kelas kemewahan.

Pompeii terkenal dengan dua hal. Pertunjukan gladiator yang bertarung hingga mati dan perbudakan. Namun, yang tak kalah menjijikkan adalah perilaku penduduknya yang menyimpang. Mereka menjadi pelaku homoseks.

Di saat berkubang dengan kehidupan menyimpang homoseks, pada tahun 79 M, gunung berapi Vesuvius meletus. Kota Pompeii pun musnah oleh lahar Vesuvius kemudian terpendam selama 1700 tahun.

Pada abad 20, para arkeolog menggali sisa reruntuhan kota Pompeii. Benar-benar mengejutkan, sejarah 1700 tahun yang lalu ditemukan, bahwa hancurnya kota Pompeii datang secara tiba-tiba. Penduduknya tak sempat melarikan diri. Orang-orang membatu dalam berbagai posisi yang sebagiannya menunjukkan perilaku homoseks. Hampir semua mimik fosil itu menunjukkan keterkejutan dan ketakutan.

Tidakkah orang-orang yang beriman takut, jika mereka membiarkan kemaksiatan dan penyimpangan perilaku homoseks, akan ditimpa adzab sebagaimana kaum Nabi Luth dan kaum Pompeii. Ketika adzab Allah datang, bukan hanya pelaku kemaksiatan saja yang terkena tetapi semua orang. Buktinya, ditemukan sebuah keluarga Pompeii yang membatu saat makan, bahkan makanannya pun ikut membatu.









Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar