Donald Trump (Flickr.com)
Bakal calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, kembali mengeluarkan pernyataan rasis. Dalam kampanye di selatan California, Trump mengusulkan cara paling efektif mengusir warga muslim. Yakni menembaki muslim dengan peluru yang dilumuri darah babi.

Pernyataan itu segera memantik protes dari banyak kalangan, termasuk Dewan hubungan Amerika-Islam (CAIR).

"Pernyataan itu bisa memicu kekerasan terhadap komunitas muslim," kata Direktur Eksekutif CAIR Nihad Awad, seperti dikutip Alarabiya, Senin (22/2/2016).

CAIR menilai pernyataan-pernyataan Trump sudah beberapa kali kelewat batas. Ucapan-ucapan Trump, menurut organisasi muslim itu, hanya berdasarkan kebencian dan tidak berdasar fakta.

Dalam kampanye yang digelar pekan lalu itu, Trump menyatakan dukungannya terhadap metode penyiksaan waterboarding terhadap terduga teroris muslim di Guantanamo. Ia juga menyetujui cara interogasi lain yang lebih keras.

Di sela-sela orasi tentang terorisme itulah, Trump menceritakan kisah Jenderal John Pershing, yang menghalau serangan suku muslim di Filipina pada awal 1900-an. Pershing menembaki suku muslim dengan yang dicelupkan dalam darah babi.

Kisah itu, menurut CAIR, adalah kisah rekaan yang penuh kebohongan. [Ibnu K/Tarbiyah.net]








Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar