Tarbiyah.net - Para aktifis pendukung LGBT semakin berani unjuk gigi. Selain mendesak Presiden Jokowi agar memberikan sanksi kepada pejabat yang mereka nilai diskriminatif terhadap LGBT, mereka juga mensomasi harian Republika lantaran dianggap tidak berimbang memberitakan tentang LGBT. Terutama untuk headline berjudul “LGBT Ancaman Serius.”

Forum LGBTIQ Indonesia mengirimkan surat Somasi kepada Republika terkait berita tersebut dengan menyebutnya sebagai “sebuah pelecehan atas konstitusi dan undang-undang yang ada di Indonesia”.

Dalam surat somasi itu Forum LGBTIQ Indonesia menyatakan bahwa judul dan isi berita tersebut tidak sesuai dengan prinsip jurnalisme dan disusun tidak dengan standar dan kaidah pemberitaan. Berita itu disebut “meresahkan tanpa basis data dan fakta yang jelas, tidak berimbang sehingga ada kecenderungan manipulatif”.

Atas dasar itu, Forum LGBTIQ Indonesia menuntut harian Republika meminta maaf kepada kelompok LGBT dan masyarakat luas serta memuat satu halaman khusus berisi pendapat dari kelompok yang mendukung LGBT.

Sebelumnya, sejumlah aktifis LGBT mendesak Presiden Jokowi agar memberikan sanksi kepada pejabat, aparat dan ormas yang mengeluarkan pernyataan diskriminatif terhadap LGBT. (Baca: LGBT Desak Jokowi Sanksi Pejabat yang “Diskriminatif”)

Forum Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender Intersex dan Queer (LGBTIQ) mengatakan, seluruh pernyataan diskriminatif terhadap LGBT adalah tindakan inkonstitusional karena bertentangan dengan UUD 1945, khususnya di dalam pasal 28 ayat (2). [Ibnu K/Tarbiyah]








Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar