Presiden Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan dirinya selama ini menahan mengomentari pemerintah. Namun saat ini, setelah dua tahun tidak menjabat sebagai presiden, SBY merasa perlu mulai bersuara sebagai pemimpin Partai Demokrat.

SBY juga mengungkapkan, dulu sempat ia memberikan pandangannya terhadap isu-isu terkini tetapi hal itu ternyata tidak disukai oleh pihak yang berada di lingkar kekuasaan.

“Dulu, sekian bulan yang lalu, ketika saya sekali-sekali melepas Twitter, ada pihak-pihak yang tidak suka. Ada elemen di lingkar kekuasaan yang tidak nyaman. Bahkan mengirim pesan kepada saya,” kata SBY dalam video terbarunya di Youtube yang diunggah pada Jum'at (5/2/2016) lalu.

SBY kemudian menyindir pihak yang tidak suka dikritik itu dulunya ketika masih berada di luar pemerintahan merupakan pihak yang kritisnya luar biasa bahkan suka “menyerang” dan “menghajar.”

“Saya pikir di negara demokrasi tentu siapapun termasuk saya punya hak untuk berbicara. Dan memang politik itu khas. Saya ingat dulu, banyak yang ketika tidak berada di kekuasaan, kritisnya luar biasa. Menyerang. Menghajar, begitu. Tapi tidak sedikit, begitu berada di lingkar kekuasaan, kurang suka dikritik. Nah, inilah yang kita harus banyak belajar,” tandasnya.









Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar