Dalam Bahtsul Masail Kubro tahun 2014 di Pondok Pesantren Langitan, ditegaskan bahwa menurut Imam Syafi’i, kuas yang terbuat dari bulu babi hukumnya najis. Masalahnya, bulu Babi memiliki banyak istilah, di antaranya adalah China Bristles.

“Bulu Babi paling murah digunakan bahan kuas ketimbang lainnya. Biaya produksi kuas jauh lebih profit (menguntungkan) dari pada bulu sintesis. Tinggal mengumpulkan, membersihkan, dan memotong. Terlebih jika kuas itu diproduksi di Tiongkok yang stok kulit Babinya melimpah,” kata Budhi Baskhara, pakar dan parktisi kimia Tuban, seperti dikutip Majalah Langitan.

Selain dipakai sebagai bahan kuas, bulu babi juga bisa digunakan sebagai bahan sikat gigi dan kuas make up.

Inilah yang harus diwaspadai oleh kaum muslimin. Sebab, sampel kuas bermerek Eterna yang bertuliskan “China Bristles” ke LPPOM MUI Jawa Timur positif mengandung bulu babi. Cirinya, ketika dibakar bahunya menyengat.

Untuk itu, patut kita mewaspadai sikat gigi yang kita pakai apakah mengandung China Bristles (bulu babi) atau tidak.

Menurut Imam Syafii, jika kuas dari bulu babi digunakan untuk mengecat masjid, maka cat tersebut juga menjadi najis sehingga harus dihilangkan. Lalu, bagaimana jika sampai digunakan sebagai sikat gigi untuk menggosok gigi kita? Waspadalah. [Ibnu K/Tarbiyah]








Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar