Tarbiyah.net - Tokoh feminis Soe Tjen Marching memancing protes umat Islam. Pasalnya, pendiri Lembaga Bhinneka tersebut menyebut Al Quran bisa salah dan bisa direvisi.

“Terjemahan Quran akan direvisi? Ini sih bukan barang baru. Lha, memang Kitab Suci itu bisa salah & bisa jadi obyek revisi. Yang parah, yang sudah terlanjur percaya sampai ngotot & bahkan tdk saja ngorbankan nyawa sendiri tapi juga nyawa yang lain - eh, tahu2 keliru & ayat yg dipercaya harus direvisi, yg percaya sdh terlanjur mati (sambil bawa nyawa orang lain),” tulis Soe Tjen Marching di akun Facebook pribadinya, Kamis (28/1/2016) lalu.

Soe Tjen Marching menulis status tersebut mengomentari berita bahwa Pemerintah akan merevisi terjemahan Al Quran.
Terjemahan Quran akan direvisi? Ini sih bukan barang baru. Lha, memang Kitab Suci itu bisa salah & bisa jadi obyek...
Dikirim oleh Soe Tjen Marching pada 28 Januari 2016
Sejumlah netizen memprotes tulisan Soe Tjen Marching itu. Sebab umat Islam meyakini Al Quran adalah kitab yang sempurna tanpa kesalahan. Adapun terjemahnya, bisa saja direvisi jika terjadi kesalahan atau menyesuaikan perkembangan bahasa terjemahan tersebut.

“Maaf status anda justru yang dapat menimbulkan sara dan harus direvisi, Al Quran tak pernah mengalami perubahan (sejak kapan pun), mungkin penafsiran dari penerjemahan bahasa Indonesia ada yang tidak sesuai dalam kandungan Al Quran yang diwahyukan kepada nabi,” tulis Heru.

“Don't judge what you don't understand. Saya menghargai pemikiran anda tentang genosida '65 ataupun feminisme.. sebab anda expert di bidang tersebut. Tapi saya langsung kecewa baca statemen anda tentang hal ini,” kata Putri Aisyiyah. [Siyasa/Tarbiyah.net]








Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar