Mendekati Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terlihat semakin panik.

Mendapatkan saran dari Duta Besar Indonesia untuk Jepang agar tidak arogan dalam memerintah, Ahok marah dan membawa-bawa nama Masyumi. Menuduh partai Islam itu ingin mengubah Pancasila. Ia juga minta Agar Yusron Ihza Mahendra dipecat dari jabatan duta besar.

"Lain kali jangan taruh orang yang mau ubah sila pertama. Orang PBB pengen ubah Pancasila kayak Masyumi, itu masalah," kata Ahok ketus.

Pernyataan Ahok yang menyinggung Masyumi itu dikecam banyak pihak. Menurut Staf mantan Perdana Menteri dan Ketua Umum Partai Masyumi M Natsir, Lukman Hakiem, omongan itu pertanda omongan orang yang sok tahu dan melihat sejarah sepotong-sepotong.






“Perdebatan soal dasar negara sudah ada semenjak Indonesia belum merdeka. Dan perdebatan itu terus berlangsung hingga Indonesia merdeka, Dekrit Presiden, dan hingga Masyumi bubar. Dan itu debat yang biasa, yakni sah, konstitusional, dan bukan hal yang haram,” kata Lukman yang juga Wakil Ketua Pimpinan Majelis Pakar Masyumi, Rabu (30/3/2016) malam seperti dikutip Republika.

Sebelumnya, Yusron Ihza Mahendra menuliskan melalui akun Twitter pribadinya @ yusronihza_mhd, mengingatkan Ahok agar merenungkan nasehat Letjen TNI (Purn.) Johannes Suryo Prabowo.

“Nasehat Jendral bintang 3 ini pantas direnungkan: Jika sayang dengan etnis Cina yang baik, miskin dan tidak bisa lari ke LN jika ada kerusuhan etnik maka mohon Ahok tidak arogan dalam memerintah. Kasihan dengan Cina-Cina lainnya yang miskin, baik dan tidak salah jika mereka jadi korban,” tulis Yusron.[Siyasa/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar