Alangkah jauhnya kehidupan kita dibandingkan kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Banyak hal yang telah bergeser dari rel yang dicontohkan generasi terbaik itu.

Salah satunya adalah poin ini. Apa yang dulu diminta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kini tak menarik lagi bagi kita. Kita justru meminta hal yang dihindari oleh Rasulullah dan para sahabat beliau.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa kepada Allah meminta rezeki secukupnya saja. Yang penting bisa menegakkan badan untuk beribadah dan berdakwah.

“Ya Allah, jadikanlah rezeki keluarga Muhammad makanan yang pokok (qut) saja” (HR. Muslim)

Dalam riwayat yang lain, “secukupnya (kafaf) saja”.

Itulah doa yang kemudian menjadi keseharian Rasulullah. Meskipun beliau sebenarnya adalah orang kaya, karena berhak atas seperlima ghanimah, beliau segera membagikan harta itu kepada orang-orang miskin dan kaum dhu’afa. Tak pernah lebih dari tiga hari tersimpan di rumah beliau. Selalu habis.








Lalu beliau pun melalui hari-harinya dengan sederhana. Pernah satu bulan di rumah Bunda Aisyah tak ada asap, sebuah kata kiasan untuk menggambarkan bahwa mereka tidak masak. “Kami hanya makan kurma dan air,” kata Bunda Aisyah, “namun kami memiliki tetangga-tetangga yang baik, yang sering mengantarkan susu kepada kami.”

Demikian pula para sahabat beliau. Abu Bakar dan Umar, misalnya. Meskipun mereka berdua adalah saudagar-saudagar kaya, mereka meniti jalan yang sama seperti jalan yang ditemumpuh Rasulullah; hidup dalam kesederhanaan. “Makan dengan lebih dari satu lauk adalah kemewahan,” kata Umar bin Khattab.

Namun saat ini, banyak umat Rasulullah, mungkin juga termasuk kita, yang tak suka dengan “rezeki secukupnya.” Kita berusaha menjauhinya agar tak sekedar dianugerahi “rezeki secukupnya” tetapi ingin sebanyak-banyaknya. Dan kesederhanaan menjadi demikian jauh dari hati kita. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar