Esra vs Masyhud. Pernah berdialog di Masjid An Nur Sidoarjo
Keinginan Pendeta Esra Alfred Soru menantang debat terbuka Dr Zakir Naik dinilai tidak selevel. Pasalnya, pendeta asal Kupang itu pernah “takluk” dalam debat menghadapi kristolog lokal di Sidoarjo.

Masyhud SM mengatakan, sebelum menantang debat Dr Zakir Naik, seharusnya pendeta Esra menghadapi kristolog lokal dulu.

“Kalau dia mau nantang Zakir Naik, silahkan dialog dengan kristolog lokal dulu,” kata Masyhud, Rabu (2/3/2016).

Apalagi, ungkap Masyhud, pendeta Esra pernah berdialog dengannya di Masjid An Nur Sidoarjo. Saat itu, Esra yang ditemani pendeta Budi Asali dari Surabaya tidak sanggup menjawab pertanyaan-pertanyaan Masyhud.

“Ternyata dia tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Pendeta Esra Alfred Soru asal Kupang NTT itu menantang Dr Zakir Naik untuk debat terbuka.

Esra mengatakan, pihaknya telah mengirim surat kepada UMY selaku instansi yang mengundang Dr Zakir Naik dalam rangka talk show milad ke-35 UMY. Ia berharap tantangan debat terbuka tersebut diterima, tidak sekedar menjadi penanya.

Menanggapi hal itu, dosen UMY sekaligus panitia Milad ke-35 UMY Eko Budi Wahyono mengatakan pihaknya belum mengetahui adanya surat tantangan debat terbuka tersebut. Panitia juga belum mendapat kepastian apakah Dr Zakir Naik bisa datang ke Indonesia memenuhi undangan UMY. Namun ia optimis kristolog internasional itu akan datang.

“Insya Allah bulan April, tapi kita belum mendapat kepastian,” kata Eko kepada Tarbiyah.net, Kamis (3/3/2016). [Ibnu K/Tarbiyah.net]







Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar