Presiden Joko Widodo menyatakan akan memanggil Direktur BPJS Kesehatan untuk meminta penjelasan terkait kenaikan iuran yang dibebankan pada masyarakat.

"Saya akan panggil direksi dan manajemennya," kata Jokowi, Kamis (17/3/2016), seperti dikutip Republika.






Banyak netizen merasa lucu dengan rencana pemanggilan Direktur BPJS untuk dimintai keterangan soal kenaikan iuran tersebut. Pasalnya kenaikan iuran BPJS kesehatan itu berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 29 Februari 2016 dan diundangkan pada 1 Maret lalu.

“Bercanda kok kebangetan yang tanda tangan perpres no 19 tahun 2016 siapa? Wkwkwk,” kata Adjaykhan.

“Aneh bin ajaib, dia yg tanda tangan lalu sok tidak bersalah,” kata Sainal Amiruddin melalui akun Twitter @tedongborneo.

“Lhah terus yg tandatangani itu perpres presiden yg mana?,” tambah @ardiaset.

“Tercantum dalam peraturan Presiden, trus ngapain panggil Dirut BPJS ya?,” cuit @Bocan2882. [Siyasa/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar