ilustrasi (pojoksatu.id)
Jangan sekali-kali melecehkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebab melecehkan Rasulullah sama dengan melecehkan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengutusnya. Sedangkan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Malam itu, sebelum perang badar berkecamuk, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa kepada Allah, memohon kemenangan. Rasulullah mengulang-ulang doanya sekian lama hingga membuat Abu Bakar ikut menangis, terutama ketika di puncak doa.

اللَّهُمَّ أَنْجِزْ لِى مَا وَعَدْتَنِى اللَّهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِى اللَّهُمَّ إِنْ تَهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةُ مِنْ أَهْلِ الإِسْلاَمِ لاَ تُعْبَدْ فِى الأَرْضِ

“Ya Allah, turunkanlah apa yang Engkau janjikan kepadaku, ya Allah datangkanlah apa yang Engkau janjikan kepadaku. Jika pasukan Islam ini hancur pada hari ini, tentu Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi” (HR. Muslim)

Di pihak lain, ternyata Abu Jahal juga berdoa. Ia menginginkan Rasulullah celaka dalam perang esuk hari.

“Ya Allah,” seru Abu Jahal, “apakah kami harus memutuskan tali kekerabatan dan menanggung segala akibat yang belum kami ketahui secara pasti? Maka hancurkanlah dia pagi ini.”

Ketika perang berkecamuk, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan doa Rasul-Nya. Pasukan Islam menang.

Bagaimana dengan Abu Jahal? Ia termasuk salah seorang kafir Quraisy yang tewas. Lebih hina lagi, ternyata Abu Jahal celaka di tangan dua orang remaja Muslim; Muaz bin Amr Al Jamuh yang masih berusia 14 tahun dan Muawwiz bin Afra yang masih berusia 13 tahun. [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar