Khalid bin Walid adalah panglima Islam yang fenomenal. Setiap kali memimpin pasukan perang, ia pasti menang. Tak pernah terkalahkan.

Selain itu, meskipun sangat ingin syahid, tak seorang pun bisa membunuh Khalid bin Walid.

Pada usia 58 tahun, Khalid jatuh sakit. Ketika sahabat datang menjenguknya, ia memperlihatkan bekas-bekas luka perang di sekujur tubuhnya. Kaki kanannya penuh bekas luka. Kaki kirinya penuh bekas luka. Pun tangannya banyak bekas luka. Bahkan dadanya juga penuh bekas luka. “Bagaimana mungkin orang yang mengalami luka sebanyak ini di dadanya bisa tetap hidup?” kata temannya itu.

Khalid menuturkan betapa ia sangat ingin syahid di medan perang. Tapi kini takdirnya ia akan meninggal di atas kasur.

“Hal ini sudah menjadi takdirmu,” kata sahabat itu.

“Lantas apa yang menghalangiku untuk memperoleh syahid di medan perang?”

“Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggelarimu sebagai syaifullah (pedang Allah), beliau mengetahui bahwa pedang itu tak mungkin hancur dalam peperangan. Sebab jika pemiliknya terbunuh di tangan seorang musyrik, itu berarti bahwa pedang Allah telah hancur di tangan musuh Allah. Tentu hal itu takkan dibiarkan terjadi.”[Ibnu K/Tarbiyah.net]

Disarikan dari buku Khalid bin Walid karya Agha Ibrahim Akram.



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar