Jokowi bersama Johan Budi pada 12 Jan 2016 (Tempo.co)
Baru saja publik menyambut antusias seruan Presiden Joko Widodo untuk memboikot produk Israel hingga tagar #JokowiBoicottIsrael menjadi trending topic di Twitter, Istana “meluruskan” maksud seruan tersebut.

Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi mengatakan, yang dimaksud dengan boikot produk Israel adalah produk kebijakan bukan produk barang.

"Sebenarnya gini, yang dimaksud produk itu bukan produk barang. Yang saya lihat dimaknai sebagai produk barangnya Israel diboikot kan? Sebenarnya bukan. Boikot dalam hal ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan Israel di tanah pendudukan di Palestina," terang Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (8/3/2016), seperti dikutip Merdeka.

Johan mencontohkan, misalnya Israel mengeluarkan kebijakan tertentu, itu yang harus diboikot. Bukan memboikot barang-barang produksi Israel.

“Jadi sekarang melebar ke mana-mana seolah-olah boikot produk bukan bukan itu yang dimaksud oleh presiden," ujarnya.

Ralat dari istana ini membuat sejumlah netizen kesal. Pasalnya, dalam berita di sejumlah media, Jokowi mencontohkan “termasuk boikot terhadap produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukan.”

"Penguatan tekanan kepada Israel, termasuk boikot terhadap produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukan. Seluruh negara menyatakan kembali komitmen untuk melindungi al-Quds al-Sharif, antara lain dengan bantuan finansial bagi al-Quds," imbuh Jokowi seperti dikutip Detik. [Ibnu K/Tarbiyah.net]







Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar