Sunan Pakubuwono X mengunjungi Kampung Luar Batang 1920-an (Republika)
Rencana Pemprov DKI Jakarta terkait pembongkaran terhadap Kampung Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, mendapat tanggapan dari sejarawan Jakarta Alwi Shahab.

Abah Alwi mengungkapkan, sebenarnya upaya penggusuran dari kompleks masjid Luar Batang telah beberapa kali diupayakan. Bahkan, upaya penggusuran itu sempat ingin dilakukan oleh aparat pemerintah Belanda, VOC, saat masih menguasai Jakarta yang ketika itu bernama Batavia.

Namun, rencana penggusuran itu akhirnya harus batal. Hal ini terkait ketokohan ulama asal Hadramaut, Yaman, Al Habib Husein bin Abubakar Alaydrus. Pasalnya, Habib Husein lah yang mendirikan dan masjid tersebut, hingga akhirnya dimakamkan di sekitar kompleks masjid tersebut.

''Itu dari dulu, udah mau ada rencana digusur, oleh VOC. Tapi akhirnya tidak berani Belanda. Tidak hanya Belanda, orang-orang pas jaman Bung Karno dan seterusnya, juga tidak berani. Hal ini karena, rakyat sudah sangat percaya dengan kewalian dari Habib Husein,'' kata Alwi Shahab, Selasa (29/3/2016) seperti dikutip Republika.






Abah Alwi menilai, jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berniat menggusur Masjid Luar Batang atau merelokasi penduduk yang tinggal di Kampung Luar Batang, maka akan muncul pertentangan yang cukup besar.

“Kalau sampai digusur, bisa ribut itu. Tidak peduli seberapa besar kuatnya Ahok (Gubernur DKI Jakarta), pasti akan ditentang,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Alwi menjelaskan, sejak abad ke-18, Masjid Luar Batang memang telah menjadi tempat ibadah yang begitu dihormati umat Islam, tidak hanya dari Jakarta tapi dari seantero Indonesia. Bahkan, tidak jarang tokoh-tokoh nasional dan ulama-ulama asal Betawi, selalu menyempatkan diri untuk setidaknya berziarah ke makam Habib Husein ataupun beribadah di masjid Luar Batang.

“Banyak ulama-ulama Betawi, seperti KH Abdullah Syafei, justru datang ke Masjid Luar Batang. Begitu juga menteri-menteri dan tokoh nasional. Itu lantaran begitu sentralnya peran Masjid Luar Batang,” ujar Abah Alwi.

Banyak netizen menilai, Ahok hanya menjadikan rakyat kecil asli Jakarta sebagai obyek penggusuran. Sedangkan perumahan elit dan pusat perbelanjaan yang melanggar tata ruang tidak disentuhnya.

“Berani gusur atau relokasi kampung Luar Batang, sama halnya berani menggusur umat Islam asli Betawi di Jakarta.... Rakyat Jakarta pasti marah.. Beranikah Gubernur sekarang gusur perumahan elit Pluit yang jelas melanggar tata ruang kelola kota... jangan rakyat asli jakarta yang mengusir VOC Belanda yang digusur,” kata Firman Setiawan. [Siyasa/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar