BPK itu kan lembaga yang melakukan audit. Kami sepenuhnya percaya hasil audit

KPK telah menaikkan kasus pengadaan tanah RS Sumber Waras masuk ke tahap penyelidikan. Langkah itu dilakukan setelah BPK menyelesaikan audit investigasi untuk proyek milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.

Berbeda dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyebut BPK ngaco, KPK mempercayai hasil audit investigasi tersebut.

"Sampai saat ini KPK pegang audit yang diberikan Agustus tahun lalu. Info BPK belum ada lagi. BPK itu kan lembaga yang melakukan audit. Kami sepenuhnya percaya hasil audit," ujar Plh Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, Rabu (20/4/2016), seperti dikutip Viva.

Yuyuk mengatakan, hasil audit investigasi BPK tersebut yang dijadikan pedoman dalam mengungkap dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras.

"Itulah yang kami pegang yang kami jadikan dasar pemeriksaan. Sudah jadi tugas dari BPK untuk audit itu. Kami percaya sama BPK," tegasnya.






Sebelumnya, Ahok menyebut BPK ngaco. (Baca: Standar Ganda Ahok: Satu Hasil Audit BPK Dipakai, Satu Hasil Audit Dibilang Ngaco)

Ketika keluar dari kantor KPK, Selasa (12/4/2016) lalu, Ahok menuding BPK menyembunyikan kebenaran. Sebelum masuk ke Gedung KPK pada Selasa pagi itu, Ahok bersikukuh tidak ada kerugian negara dalam pembelian lahan RS Sumber Waras seperti yang dinilai oleh BPK.

"Sekarang saya ingin tahu, KPK mau tanya apa, orang jelas BPK-nya ngaco begitu kok," kata Ahok.

Proses permintaan keterangan terhadap Ahok berlangsung selama lebih kurang 12 jam. Ahok yang terpantau masuk ke Gedung KPK sekitar pukul 09.15. Ia baru keluar pada sekitar pukul 21.30. Sebelum beranjak pergi, kembali ia menyerang BPK yang dianggapnya tidak menyampaikan data yang benar dalam audit RS Sumber Waras.

"Yang pasti saya kira BPK menyembunyikan data kebenaran," kata Ahok. [Siyasa/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar