Dalam sebuah debat internasional bertema “Apakah Alkitab firman Tuhan”, Ahmed Deedat langsung membuat KO lawan-lawan debatnya

Dalam sebuah debat internasional bertema “Apakah Alkitab firman Tuhan”, Ahmed Deedat langsung membuat KO lawan-lawan debatnya dari kalangan misionaris termasuk Anis Shorosh. Pasalnya, Ahmed Deedat membawa lima Alkitab berbeda.

“Topik dari debat atau dialog ini: “Apakah Alkitab benar-benar firman Tuhan”. Dalam setiap perdebatan, setiap konfrontasi, kasus apapun: hukum, kriminal, keagamaan, hal pertama yang dilakukan adalah identifikasi saksi atau barang bukti. Maka dalam hal ini karena kita berbicara tentang Alkitab, saya membawa beberapa Alkitab. Kita ingin mengetahui Alkitab mana yang kita bicarakan. Orang biasa mengatakan ada satu Alkitab. Umumnya orang berpikir hanya ada satu Alkitab. Namun di sini saya perlihatkan kepada Anda.






Buku kecil ini adalah kitab suci Alkitab versi Katholik Roma. Saudara Stanley, Anda menerima ini sebagai firman Tuhan? Di sini dikatakan “Kitab Suci Alkitab” Anda menerimanya? Itu yang pertama.

Kedua, saya membawa rujukan Alkitab Scofield. Alkitab Scolfield disusun oleh 8 orang DD, doktor teologi. Disusun berdasarkan versi King James. Anda bicara Alkitab versi Katolik Roma atau Alkitab Protestan ini?

Versi Alkitab ini disebut sebagai Alkitab Swedia. Ini juga berdasarkan versi King James. Alkitab inikah yang Anda bicarakan?

Saya juga membawa kitab kembar ini. Lihat, persis sama. Alkitab yang sama persis. Lihat, Anda akan menyangka isinya sama. Keduanya mengatakan standar revisi, yang ini standar revisi. Namun yang satu keluaran 1952 yang satu keluaran 1971. Yang mana yang Anda terima sebagai firman Tuhan?

Sebelum dilanjutkan, Anda harus mengatakan mana yang Anda yakini firman Tuhan. Harus identifikasi dulu. Jika tidak, kita tidak bisa melanjutkan. Anda katakan saja mana yang Anda yakini apakah Scofield atau Katolik Roma. Karena semuanya berbeda. Alkitab-Alkitab itu tidak sama. Bahkan yang kembari ini pun tidak sama.

Yang mana yang Anda yakini?”

Mendapat pertanyaan tersebut, sang misionaris mengatakan bahwa dirinya akan menjawab nanti. “Aku akan menjawabnya nanti setelah tiba giliranku bicara,” katanya disambut tawa audien. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar