Yasri Shamsudin Khan menjaga diri agar tidak bersentuhan dengan wanita yang bukan mahramnya.

Yasri Shamsudin Khan menjaga diri agar tidak bersentuhan dengan wanita yang bukan mahramnya. Dalam sebuah acara di Televisi, ia tidak berjabat tangan dengan reporter wanita. Ia menghormati wanita itu dengan menangkupkan tangannya di dada agar tidak bersentuhan dengannya.

Namun, sikap itu menjadi polemik. Yasri dikritik habis-habisan. Sebagai politisi Swedia, ia dinilai kolot. Itu juga dijadikan bahan kampanye negatif oleh lawan-lawan politiknya.

Mendapatkan banyak kritik dari publik Swedia dan kampanye negatif dari lawan politik, Yasri berpegang teguh pada prinsip.

“Saya tidak bisa berjabat tangan langsung dengan perempuan karena keyakinan agama saya memang tidak memabolehkannya. Namun karena itu saya kini menjadi sasaran kampanye negatif, baik dari dalam maupun luar partai,” kata Yasri seperti dikutip Republika dari Anadolu, Kamis (21/4/2016).

Yasri lebih memilih mundur dari partainya daripada melepas prinsip tersebut. Padahal, politisi berusia 30 tahun itu sempat digadang-gadang menjadi kandidat pemimpin di Partai Hijau Swedia. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar