Presiden Joko Widodo baru saja meresmikan Monumen Merpati Perdamaian, Selasa (12/4/2016)

Presiden Joko Widodo baru saja meresmikan Monumen Merpati Perdamaian, Selasa (12/4/2016). Monumen yang terletak di Pantai Muaro Lasak, Padang, itu menuai pro kontra. Sebagian warga setuju dengan adanya monumen itu, namun sebagian lainnya memprotes bentuk monumen yang berupa burung merpati.

“Kalau merpati djadikan salah satu monumen apalagi dsimbolkan dengan perdamaian berarti sudah memakai mitologi dalam budaya agama kristen,” kata Riza Febrian mengomentari monumen tersebut di laman Humas dan Protokol Kota Padang.

“Bagi saya pribadi itu merupakan satu langkah maju bagi mereka untuk mendirikan simbolnya. Disisi lainnya, Memang bangsa ini adalah negara berdasarkan pancasila, jadi lambat laun percampuran kebudayaan sulit untuk dihindari. Bagi yang memiliki kepercayaan muslim, sebaiknya mengetahui hal ini, tingkatkan keimanan n ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Semoga bangsa ini bisa menjadi lebih baik ditengah kemajemukan suku bangsa di dalamnya,” lanjutnya.

“Merpati putih emang sangat dekat dgn simbol kristiani, apak ada maksud tertentu dari lambang ini?? selama ini proses kristiani emang susah masuk ke ranah minang karna kita masi kuat agamnya, jgn sampai spt derah lain yg udh terkontaminasi.. knp tidak dgn lambang kerbau yg lebih kuat ke ranah minangnya, lagian selama ini kita damai2 aja. saya minta niniak mamak cadiak pandai angkt bicara, kalo tidak hilang sudah adat basandi sarak sarak basandi kitabulloh,” kata Bima.






“Hati-hati pak. Dalam tulisannya, Penuntun Simbol-simbol Ibadah Kristen: Sebuah Ensiklopedi Dasar, Markus Hildebrandt menyatakan bahwa simbol Burung merpati dalam tradisi Kristen dipahami sebagai simbol kehadiran Roh Kudus yang mengingatkan kita pada peristiwa baptisan Yesus oleh Yohanis Pembaptis,” kata Avit Suchitra.

Komentar panjang juga menghiasi laman tersebut dari Pebri Andika. Ia menulis sebagai berikut:

Ijin ambo nan ketek ko berargumen saketek.

1. Burung merpati yang dijadikan simbol monumen merpati perdamaian yang ujung"nya mengandung kontroversi lantaran merpati adalah simbol agama kristen. Bumi minang mayoritas beragama islam. Dipadang, islam baleak dr suduik ka suduik. Agama lain di kota padang wilayahnya masih tertentu. Masih dalam 1 kawasan. mungkin kita bisa flashback kembali, dulu di kota padang tepatnya di jalan perintis kemerdekaan pernah dibuatkan sebuah masjid tapi memakai konsep rumah gadang. Setelah diresmikan banyak dari kalangan masyarakat dan ormas islam melakukan protes karna bangunan nya mirip dengan gereja.
Sekarang monumen merpati perdamaian dibuat dengan memakai simbol kristen? Apa perlu demo mulu seperti waktu dulu?

2. Sepertinya monumen merpati perdamaian dibangun tak memiliki maksud dan tujuan tertentu. Hanya dibangun untuk memeriahkan event bertaraf internasional.

3. Suku minang adalah suku multilateral paling kompleks didunia. Agama, suku, ras dan adat istiadat asb-sbk masih berlaku hingga sekarang. Jarang media ataupun orang luar sumbar membicarakan kalau di sumbar sering terjadi konflik. Selama ini di indonesia kita mengetahui bahwa ambon bisa jadi memiliki gong perdamaian lantaran disana sering terjadi konflik. Kalau dipadang? Konflik apa yg terjadi? Perasaan kota padang aman" saja jadi tak perlu monumen perdamaian segala.

[Ibnu K/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar