Mereka menggali sedalam yang mereka bisa. Namun keesokan harinya hal yang sama terjadi. Jasad itu kembali tergeletak di permukaan tanah.

ilustrasi (twicsy.com)
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan, ada seorang Nasrani yang masuk Islam. Ia bahkan pernah menulis untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Namun, belakangan ia murtad dan kembali ke agamanya yang lama. Tak cukup itu, ia bahkan menghina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Muhammad itu tidak tahu apa-apa kecuali yang dituliskan untuknya,” kata pria ini.

Selang beberapa lama, ia meninggal dalam kondisi masih murtad dan menghina Nabi. Satu hari setelah dimakamkan, penduduk di tempat itu geger. Jasad yang kemarin dimakamkan kini tergeletak di permukaan makam.

“Ini pasti perbuatan Muhammad dan sahabatnya, mereka menggali jasad teman kita lalu membiarkannya begitu saja,” kata mereka.

Jasad itu kemudian dimakamkan kembali. Mereka menggali sedalam yang mereka bisa. Namun keesokan harinya hal yang sama terjadi. Jasad itu kembali tergeletak di permukaan tanah.

Mereka pun menyadari bahwa hal itu tidak mungkin perbuatan manusia. Akhirnya mayat itu dibuang.

“Lihatlah pria terlaknat ini,” kata Ibnu Taimiyah dalam Ash Sharimul Maslul ‘ala Syatimir Rasul, “ketika ia berbohong dan memfitnah Nabi, meskipun Nabi tidak mengetahuinya, Allah Azza wa Jalla yang membalas dan membinasakannya.” [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar