Kelompok Yahudi radikal di bawah pimpinan Rabi Yahuda Glik menyatakan kegembiraannya bisa menyerbu Masjid Al Aqsha dengan mudah

ilustrasi Yahudi pesta purim (dailystormer.com)
Di saat umat Islam di seluruh penjuru dunia tengah sibuk dengan urusannya masing-masing, kondisi Masjid Al Aqsha semakin mengkhawatirkan. Kelompok Yahudi radikal di bawah pimpinan Rabi Yahuda Glik menyatakan kegembiraannya bisa menyerbu Masjid Al Aqsha dengan mudah.

“Sekali lagi di Bukit Sinagog (Masjid Al Aqsha, red), hari ini kami 13 orang Yahudi, berada di sini di kelilingi puluhan kaum muslimin yang tak bisa berbuat apa-apa,” kata Glik dalam pernyataannya.

Yang ia maksudkan dengan puluhan kaum muslim yang tak bisa berbuat apa-apa adalah orang-orang tua yang berada di komleks Masjid Al Aqsha. Sementara para pemuda muslim, mereka telah dilarang untuk memasuki Masjid Al Aqsha.

Glik berterima kasih kepada Pemerintah Israel yang telah menetapkan gerakan Islam sebagai organisasi terlarang. Pun dengan orang-orang yang dicurigai berafiliasi kepada gerakan Islam dan menentang pemerintah telah diusir dari kompleks masjid.

Menurut Glik, kondisi seperti ini harus terus dipertahankan. Sehingga jika orang-orang Yahudi beribadah di Masjid Al Aqsha menjadi pemandangan yang biasa, maka tidak akan ada lagi yang mempermasalahkan posisi Yahudi dan status Masjid Al Aqsha sebagai aset Israel. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar