Banyak orang yang menyukai daging bebek. Terutama bebek goreng yang mudah dijumpai di berbagai kota.

Banyak orang yang menyukai daging bebek. Terutama bebek goreng yang mudah dijumpai di berbagai kota. Ada yang mengkonsumsinya sebulan sekali, ada yang sepekan sekali, bahkan ada yang menjadikannya sebagai menu favorit sehingga hampir tiap hari mengkonsumsinya.

Dalam Zaadul Ma’ad, Bab Daftar Obat dan Makanan yang Disebutkan oleh Rasulullah, Ibnul Qayyim Al Jauziyah menjelaskan banyak jenis daging dan bagaimana sifatnya. Salah satu daging yang dibahas adalah adalah daging bebek.

“Daging bebek bertemperamen panas basah, susah dicerna,” tulis Ibnul Qayyim. “Tidak cocok bagi lambung”

Cukup singkat. Dan poin-poin yang disebutkan, semuanya negatif. Berbeda dengan makanan lain dalam bab itu yang sebagiannya disebutkan keunggulan atau manfaatnya.






Bagaimana pandangan kedokteran modern? Apakah daging bebek tidak baik bagi kesehatan? Dalam artikel berjudul Makanan Rendah Kolesterol, Blogdokter.net menyarankan untuk mengurangi konsumsi daging bebek dan angsa. Sebabnya, kedua daging tersebut mengandung kadar lemak jenuh yang sangat tinggi sekalipun kulitnya sudah disisihkan. Berbeda dengan daging unggas lainnya yang umumnya rendah kandungan LDL-nya jika kulitnya disisihkan (tidak dimakan).

Dalam artikel berjudul Pilihan Makanan untuk Pengidap Rematik Asam Urat di alodokter.com, disarankan untuk membatasi konsumsi daging bebek karena termasuk makanan kaya purin.

Tentu, karena halal, ada manfaat dalam daging bebek. Selain rasanya enak, juga kandungan gizinya. Namun karena Islam bukan hanya mengajurkan umatnya makan yang halal namun juga thayyib (baik), maka perlu diperhatikan juga dari kesehatan. Sebaiknya tidak sering-sering makan daging bebek, terutama bagi orang yang menderita kolesterol dan sejenisnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar