Kasus pembunuhan Eno Parihah disebut Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti sebagai kasus paling sadis.

Kasus pembunuhan Eno Parihah disebut Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti sebagai kasus paling sadis. Tak heran jika banyak orang tak tega membayangkan kondisi korban dan mengutuk keras para pelaku.

Namun, ada saja orang-orang yang “menguji emosi.” Mereka justru menjadikan kematian Eno sebagai bahan bercanda dengan menirukan kondisi terakhirnya.



Misalnya pria bercelana hitam yang fotonya dicantumkan di blog KHS ini. Ia menirukan kondisi terakhir Eno dengan tidur terlentang di lantai. Sebuah pengki (cikrak, jawa) ia letakkan di antara dua kakinya dimirip-miripkan dengan posisi cangkul pada kasus kematian Eno.







Foto lain menunjukkan pria yang juga menjadikan kasus Eno sebagai bahan bercanda. Pria bersarung itu tampak tidur terlentang di kasur. Sebuah pengki berwarna merah diletakkan di antara kedua kakinya.



Sedangkan pada foto ketiga, pria yang memakai celana pendek juga menirukan posisi yang sama. Bedanya, kali ini difoto dari posisi agak miring. Ia juga menggunakan pengki untuk meniru cangkul. [Siyasa/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar