Masyarakat sipil dilarang memakai kaos bertuliskan “Turn Back Crime”. Jika terbukti memakai kaos tersebut, akan dikenakan sanksi penjara tiga bulan.

Masyarakat sipil dilarang memakai kaos bertuliskan “Turn Back Crime”. Jika terbukti memakai kaos tersebut, akan dikenakan sanksi penjara tiga bulan.

Hal itu ditegaskan oleh Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih.

"Ya, memang sudah masuk di kita surat larangan penggunaan atribut khusus polisi atau interpol tersebut digunakan oleh masyarakat umum (sipil)," kata Sulistyaningsih seperti dikutip Republika, Senin (23/5/2016).

Lebih jauh Sulistyaningsih menjelaskan bahwa kaos biru dongker bertuliskan 'Turn Back Crime' disertai tulisan polisi atau atribut Polri itu dikhususkan hanya kepada petugas interpol dan anggota Polri, bukan untuk masyarakat umum.






Alasan pelarangan kaos tersebut karena bisa disalahgunakan untuk melakukan kejahatan. Kasus penyalahgunaan kaos tersebut juga telah terjadi di Bandarlampung.

Menurut Sulistyaningsih, polisi telah beberapa kali mengungkap kasus kejahatan dengan disertai atribut tersebut sehingga guna meminimalisasi terjadinya penyalahgunaan.

Namun, kabar itu dibantah oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Menurutnya, tidak ada larangan memakai kaos "Turn Back Crime". (Baca: Kapolri: Tidak Dilarang Pakai Kaos Turn Back Crime) [Siyasa/Tarbiyah.net]



Share To:
Magpress

Tarbiyah.net

Tarbiyah.net adalah media Islam yang menyajikan berita nusantara, mancanegara dan dunia Islam serta artikel islami. Memihak kebenaran, memperjuangkan keadilan dan menyebarkan fikrah Islam.

komentar